Skip to main content

Salahsatu Rahasiaku

Hai, mas.

Rencana awal pembuatan blog ini, aku hanya akan memposting tiap tanggal 19. Tapi hari ini ada pengecualian.

Tadi malam kamu bertanya kenapa aku selalu ingin kamu kembali, tapi setiap kali kamu bersedia, aku selalu membuat jarak dengan berbagai alasan kan?

Jawabannya sebenarnya masih sama seperti tadi malam, aku takut ditolak. Dan ada lagi kalimat yang tidak pernah ku ucapkan selama hampir 24 tahun hidupku, aku takut ditinggalkan lagi. 

Iya, aku terlalu takut menggenggam sesuatu, padahal aku selalu jadi tempat pegangan. Egois? Pengecut? Culas? Iya, memang! Tapi aku tahu betul bahwa kamu memang bukan orang yang seperti itu, dan kamu tidak akan pernah melakukan itu padaku. Buktinya saja, selama ini kamu selalu tetap menutup mata dan telingamu, padahal kamu satu-satunya orang yang paling tahu aku.

Kamu tahu? Kamu orang pertama dan terakhir yang membuatku bersedia menunggu dan membuatku mau menikah. Dan aku hanya ingin menikah denganmu. Mungkin kamu sudah amat sangat bosan mendengarnya, tapi aku serius. Bahkan pendirianku masih belum berubah hingga saat ini. Dan pasti kamu tidak tau kan? Bahkan kamu mungkin menganggap bahwa aku akan melakukannya dengan siapapun. Haha. Maaf, tapi kamu salah besar.

Aku, dengan latar belakang keluarga yang sudah amat sangat kamu ketahui pastinya, tidak akan pernah percaya dengan pernikahan jika aku akhirnya menikah dengan orang lain. 


Perempuan ini memang sudah tidak berharga dari awal, jika dia berharga, tidak mungkin orang tua nya meninggalkannya begitu saja kan? Lalu dengan hal itu dikepalanya, dia tumbuh dengan lingkungan baru yang malah membuatnya menjadi sosok yang tertutup. Semakin tahun dia semakin lupa apa itu keluarga. Sampai pada saat dimana dia memiliki sahabat yang memegangnya dengan amat sangat erat. Pegangan mereka padanya membuatnya merasa dibutuhkan. Waktu berlalu dan dia menjalani masa remaja seperti kebanyakan orang, iya masa pacaran. Mendapatkan pacar yang lebih berpengalaman, yang bisa memberitau apa yang benar dan apa yang salah. Ketika dia mulai berpegang pada lelaki itu, ternyata dunianya dihancurkan, bahkan berkali-kali. Karena hal itu, dia sampai berfikir bahwa mungkin dia memang tidak pantas bahagia. Mungkin dia memang ditakdirkan untuk sendiri. Mungkin karma keluarganya yang kacau dan menyakiti orang memang harus dia tanggung sendiri dan itu memang salahnya. Dan mungkin benar apa yang dikatakan mantannya, bahwa dia anak buangan yang tidak diharapkan dan memang tidak pantas bahagia. Ada Salahsatu kalimat menyakitkan yang tidak pernah bisa dia lupakan sampai saat ini, kalimat yang selalu menyerangnya ketika ingin menggenggammu dengan kuat seperti yang bisa dilakukan wanita lain padamu, iya kalimat itu, kalimat yang juga pastinya sudah kau tau. “Kamu Emang ga disayangi siapapun, makanya kamu dibuang. Dan bagus kan kalo kamu m*nd*l, blablablabla.” Tenang saja aku tidak akan menyelesaikan kalimatnya disini, karena itu terlalu kasar dan termasuk aib nya. Setelah itu hidupnya semakin hancur, dengan banyak adegan yang belum bisa dia lupakan walaupun dia tidak pernah menaruh benci pada mereka.

Hidupnya tetap berlanjut. Lalu ada satu momen dimana, ketika hujan turun dengan derasnya, dia sedang bersama dengan lelaki, bukan pacarnya apalagi mantannya, mereka hanya sedang duduk dimobil sambil menunggu hujan reda. Dan lelaki itu memberitahunya dengan lembut, “Tidak. Semua orang pantas bahagia, termasuk kamu. Nanti akan ada saatnya kamu menemukan seseorang yang akan selalu menggenggam tanganmu dengan erat dan membuatmu bahagia lagi.” Tapi dengan memakai nada bercanda perempuan itu menjawab, “kenapa bukan kamu saja?” Dia terlalu takut untuk ditolak. Entah sudah berapa banyak aku menyaksikan saat dia selalu menggunakan nada bercanda untuk mencegah orang mengetahui kelemahannya, dan tentunya untuk mencegah airmatanya keluar. Tapi saat itu dia gagal. Lelaki itu jauh lebih pintar darinya. Dia bahkan jadi lelaki pertama yang melihat air matanya, bahkan orang tuanya pun hanya sekali melihat air matanya dalam 15 tahun belakangan.


Sekarang, sampai saat ini, perempuan itu masih membuat, menganggap, dan tetap berharap bahwa kamu (MTF) adalah satu-satunya lelaki yang bisa membuatnya bahagia. Lelaki yang selalu bisa dia jadikan tempat bersandar, berpegang, dan lelaki yang tak akan pernah menolaknya bahkan meninggalkannya.



P.S: Aku akan bersabar menunggu telponmu bulan depan. 🤗 Dan aku akan tetap merayakan ultahmu tahun depan. 😜 Salam sayang dariku Lestari, orang yang mengajakmu menikah tahun depan. Jika kamu bersedia, kabari aku Oktober tahun ini. 😘 Tapi jika sebelum itu kamu berpikir ingin melamar org, kabari aku, kamu sudah janji! 😊

Comments